HOME
CONTACT US FAQS
LOG IN    SIGN UP NOW
Username :
Password :
| Forget Password
  
e131 : X-TREME Sport Edition
e130 : Toys & Figure Edition
e129 : Modification Edition
e128 : E-Junkies Edition
e127 : Nite Life Edition
e126 : Football Die-Hard Edition
e125 : Holiday Edition
e124 : Private & Confidential Edition
e123 : Earth Edition
e122 : Jajanan Kaki Lima Edition

Website ini masih dalam tahap pengembangan.

Edisi 119
Home  > Edisi 119  > Intermeso  > Showbiz  > Mira Lesmana , The Complicated Lover
Mira Lesmana , The Complicated Lover
Teks oleh Carolyn Kandou | Foto oleh Rahadian Roebidin

Menjelajahi Tibet, Afrika, dan Indonesia ada dalam to-die-for-list yang ia harapkan terkabul sebelum pensiun dan meninggalkan hidup. Ia sangat menggilai the two-times sexiest man alive —George Clooney, dan bersuamikan the two-times great actor alive —Mathias Muchus.



NGGAK heran kalau Mira Lesmana dihujani dengan tepuk tangan dan acungan jempol bertubi-tubi. Beberapa karya produser film ini memang dahsyat, yaitu Petualangan Sherina yang dianggap sebagai sebuah cahaya dari redupnya perfilman di Indonesia. Lalu Ada Apa Dengan Cinta (AADC) yang fenomenal, Gie yang idealis tapi laris, hingga Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi yang mengetuk nurani bahwa film yang bagus bukan yang gaib-gaib saja, atau cinta melulu yang mendayu-dayu.

Inilah Mira Lesmana dan hasil wawancara eksklusif Aplaus dengannya, langsung dari Kedai Ubud, Sun Plaza. Terbayar sudah ‘ngarep‘ selama tiga jam setengah menunggu kesempatan untuk bisa ngobrol dengannya. Cekidot!

Mengapa orang-orang bakal sangat menyesal kalau belum menonton film Sang Pemimpi ?
Banyak hal yang bisa ditemukan. Bisa dilihat dari komentar-komentar orang yang sudah menontonnya. Salah satunya adalah kita bisa sama-sama melihat kekayaan Indonesia dengan keanekaragamannya yang luar biasa.

Di antara keribetan kamu sebagai seorang produser film, ibu, dan isteri, how to simplify your life ?
Saya sebenarnya adalah orang yang sangat menyukai komplikasi hidup. Ha-ha-ha... Jadi saya ya menikmati saja. Seperti kata Pak Balian di Sang Pemimpi bahwa apabila kita membebaskan diri kita, maka kita akan semakin kaya. Dan kesibukan yang saya jalani bukan menekan saya, tapi ya enjoy aja!

Nah, seru nih kalau ada hubungannya dengan Pak Balian. Doski ‘kan menanamkan pada anak-anak muridnya bahwa sebelum melakukan sesuatu, pekikkan kata-kata penyemangat. Apakah seorang Mira Lesmana memilikinya?
Apapun perjalanan hidup yang kita alami, tersenyumlah! Karena bagi saya, dengan tersenyum kita bisa mengatasi apa saja.

Saya merasa bakal sangat keren kalau bermain di film...
Saya paling suka dengan George Clooney. Jadi menurut saya keren aja kalau setiap film yang dia mainkan saya ada di sebelahnya. Ha-ha-ha... Dia karismatik dan brilian. Semakin tua semakin seksi!

What do you think about a quote by Sam Keen,”We come to love not by finding a perfect person, but by learning to see an imperfect person perfectly.”?
Setuju banget, quote yang menarik. Saya sering bilang ke teman-teman bahwa imperfection is beauty. Justru ketidaksempurnaan itulah yang membuat kita menjadi lebih indah.

Ada yang pernah bilang bahwa sombong itu mahal dan kadang positif. Apa sih hal yang kamu banggakan atau bisa disombongkan?
Aduh, susah banget pertanyaannya. Mungkin kalau boleh dibilang saya bisa menyelesaikan film yang dikerjakan tanpa tekanan, tanpa harus memikirkan harus komersil saya bisa menyelesaikannya, dan bukan bersifat orderan. Orang-orang kayak saya kalau nggak punya mimpi bisa mati. Ha-ha-ha...

Jujur, saya adalah orang yang nggak gampang menangis kalau menonton adegan yang sedih. Tapi acting Mathias Muchus di film Sang Pemimpi ciamik bin cadas! Tidak banyak bicara dan hanya dihiasi sedikit senyuman. Banyak orang mengatakan hal yang sama.
Saya aja isterinya menangis setiap kali menonton acting -nya di film Sang Pemimpi. Sejujurnya saya bukan tipikal orang yang menjunjung nepotisme. Keterlibatannya di film ini adalah usul dari Riri Riza, ya saya bilang coba aja! Ternyata Mathias Muchus berhasil. Kadang saya suka mikir, kok bisa ya suami saya acting sampai sebegitunya. Gara-gara melihat acting -nya, saya jadi nggak tegaan ngeliat suami saya. Ha-ha-ha...

It‘s my last question , apa jadinya Mira Lesmana kalau tidak pernah mengenal seorang Mathias Muchus?
Aarrgghh...(Mira berteriak)! Mungkin saya akan menjadi perempuan yang sangat liar! Nggak punya penetralisir dan controller dalam hidup. Jangan sampai deh! He is a great person.