Sign in untuk mendapatkan fitur-fitur menarik dari website aplaus. Fitur mencari teman untuk menambah komunitas pertemananmu, kirim pesan, comment artikel, dan fitur-fitur lainnya yang pasti menarik.
Wardrobe Brown Leather Jacket : Mansquare Shirt : Own Model
COBA
Mungkin Sobat Aplaus sekalian banyak yang belum mengenal Sajama Cut. Bandindie-rock asal Jakarta ini cukup diperhitungkan di blantika musik indie di Indonesia. Sajama Cut kembali meramaikan industri musik Indonesia sejak kemunculannya album terbaru mereka yang berjudul Manimal . Album ketiga ini dirilis di bawah label The Bronze Medal Recording Company dan didistribusikan oleh Demajors. Band asal Jakarta ini terdiri dari Marcel Thee (Vokal, Gitar), Dion Panlima Reza (Gitar), Andre Humala (Synthesizer), Randy Apriza Akbar (Bass), Hans Citra Patria (Synthesizer, Perkusi), dan Banu Satrio (Drum) dan terbentuk di tahun 2001. Single Less Afraid yang menjadi salah satu soundtrack di film Janji Joni (2004) sempat melambungkan nama band ini sehingga semakin dikenal banyak orang. Begitu juga dengan singleFallen Japanese dan Alibi yang sukses membuat Sajama Cut diperhitungkan sebagai salah satu band yang memiliki musikalitas tinggi di Indonesia.
Melalui dua single baru mereka Twice (Rung The Ladder) dan Poral Molice yang akan dirilis serentak secara digital melalui beberapa situs online (salah satunya www.aplausthelifestyle.com) dan diputar di radio-radio mulai 24 Februari, Sajama Cut berani menentang arus strategi marketing konvensional. Mereka nggak memakai distribusi melalui VCD atau Ring Back Tone (RBT), melainkan memanfaatkan media online dalam mendistribusikan single mereka secara gratis kepada para pendengar musik. Sobat Aplaus bisa mengunduh double singleTwice (Rung The Ladder) dan Poral Molice.
Lirik Twice sendiri membicarakan tentang proses meninggalkan sesuatu yang lama ke sesuatu yang baru. Bisa berarti kehidupan, pekerjaan, tempat tinggal atau apapun itu. Sedangkan judul Poral Molice diambil dari pergantian huruf pertama pada dua suku katanya yang berasal dari moral police atau polisi moral. Liriknya berisi tentang orang-orang yang terjebak dalam ideologinya sendiri di tengah peradaban. Waktu dan globalisasi seakan-akan menjadi musuh pikirannya. Oh, ya jangan lewatkan juga eksklusif interview Aplaus bersama Sajama Cut di rubrik Showbiz. (rel)
CONTRIBUTE WITH US
Sign in untuk mendapatkan fitur-fitur menarik dari website aplaus. Fitur mencari teman untuk menambah komunitas pertemananmu, kirim pesan, astrologi, dan fitur-fitur lainnya yang pasti menarik.